Ada Apa Dengan Kancil?

Seribu harimau bisa mencakar, satu ekor kancil bisa mengubah dunia! Merdeka! Tak terasa sudah lima tahun berlalu sejak saya mencoba mencetuskan campaign: Bring Fabel To The Next Level. Campaign absurd yang bertujuan untuk membersihkan nama baik karakter kancil yang sudah terlanjur tercemar ini, sayangnya, masih belum berhasil.

Masih jelas terngiang dalam ingatan saya ketika saya mengirimkan draft konsep perdana Kiky Si Kancil ke 15 penerbit pada tahun 2012. Lebih dari separuhnya menolak dengan alasan tokoh kancil sudah tidak relevan dengan anak-anak zaman sekarang. Yang ironis, bertepatan dengan email-email penolakan itu, LesCopaque muncul ke permukaan dengan animasi terbarunya: Pada Zaman Dahulu dengan salah satu tokoh utamanya Sang Kancil.

Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk mengklaim bahwa cerita si kancil adalah cerita khas Indonesia. Dari apa yang pernah saya pahami, beberapa peneliti menyebutkan jika cerita si kancil sebagai: Asian Folk Tales. Artinya, cerita ini berawal di Asia dan boleh digunakan (baca: ditulis/diceritakan ulang) oleh siapa saja yang berada di Asia. Jadi dalam hal ini, Malaysia dalam hal ini hanya melakukan apa yang saat itu tidak dilakukan oleh Indonesia.

Baca juga:  Buku Unity Kiky Si Kancil

Lima tahun yang lalu, masih jelas pula teringat di benak saat saat 3 penerbit mayor sangat tertarik dengan konsep Reimagining Kancil Tales yang saya tawarkan. Sayangnya, saya terjebak dalam keterbatasan ketika mereka meminta kejelasan konsep transmedia yang saya sebut dalam proposal. Aku mah da apa atuh. Mau bikin animasi ga bisa, mau bikin game komo. Jadi weh, saya ambil tawaran yang paling mudah. Membuat novel trilogi Kiky Si Kancil yang dibingkai dalam nama Kancil Saga.

Sayangnya, kesempatan emas itu lagi-lagi tidak bisa saya manfaatkan dengan maksimal. Saya gagal untuk menulis ketiga naskah tersebut. Pikiran saya buntu dan akhirnya saya pun memilih untuk menyerah. Saya tidak sanggup lagi untuk meneruskan kisah Kiky Si Kancil.

Baca juga:  Gokil! Komik Kancil Futuristic Karya Akhmad Fadly Siap Mencuri Hatimu Di CIAYO Comic Challenge!

Project Kancil Saga pun resmi dihentikan.

Tahun 2014 menjadi awal yang baru Kiky Si Kancil. Konsep awal binatang berkaki empat berubah menjadi Anthromophic. Saya bersyukur karena ada banyak sekali teman-teman illustrator yang bersedia membantu untuk melakukan transformasi Kiky Si Kancil dalam berbagai versi. Dari sekian banyak versi yang ditawarkan, pilihan akhirnya jatuh pada versi kang Novian Rivai salah satu illustrator yang keren tapi terkadang omes.

Di tahun 2016, Kiky si kancil saya resmikan menjadi maskot buku seri Tutorial Game Engine yang diterbitkan oleh Informatika. Bukan hal yang mudah untuk meyakinkan tim editor jika Kiky Si Kancil ini layak untuk dipasang sebagai cover di sampul depan. Untungnya pak Beni cs bisa mempercayai saya sepenuhnya. Lagi-lagi, ini satu hal yang patut disyukuri.

Baca juga:  Brainstorming Dunia Komik Indonesia Bersama Buttman & Aki Bagja

 

Tahun ini, karakter Kiky Si Kancil muncul sebagai tokoh utama dalam serial WOW Komik bekerja sama dengan tim AIU Studio yang dirintis oleh kang Iboy. Saya bangga dengan pencapaian ini karena konsep WOW Komik sebagai komik saku (yang kecil) cocok banget dengan image Kiky Si Kancil (yang juga kecil).

Jalan masih panjang. Saya sendiri sampai sekarang belum tahu persis mau dibawa kemana Kiky Si Kancil. Yang jelas pencapaian demi pencapaian sudah dilalui dan semua itu tidak dapat dengan merebus mie.

Tidak ada kata instant dalam perjalanan Kiky Si Kancil. Lagipula dalam berbagai cerita, si kancil itu selalu mencuri ketimun dan bukan mencuri mie instant.

Sebagai ungkapan terima kasih kepada para ilustrator Kiky Si Kancil, berikut ini saya hadirkan kompilasi komik Kiky Si Kancil paling geje yang pernah ada. Jadi jangan terlalu serius lah membacanya.



One thought on “Ada Apa Dengan Kancil?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares