Apa Itu VUCA World? Sudah Siapkah Anda Menghadapinya?

Apa Itu VUCA World? VUCA berasal dari kata “Vulnerable, Uncertainty, Complexity and Ambiguity” yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Rapuh, Tidak pasti, Rumit dan Rancu. Sebuah kondisi yang tampaknya sedang terjadi di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Tulisan ini disunting dari tulisan Pambudi Sunarsihanto, Direktur Human Capital Departemen Citibank Indonesia dan diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Saat ini jika anda bekerja di industri apapun, dan menekuni berbagai profesi seperti Sales, Marketing, Supply Chain, finance atau HR, anda pasti merasakan dunia business saat ini sedang dilanda ketidakpastian.Tidak ada satu perusahaan pun yang terjamin aman dari gelombang VUCA yang saat ini sedang melanda dunia. Perusahaan-perusahaan besar seperti Kodak, Nokia dan lain-lain menunjukkan bahwa “menjadi perusahaan kuat” bukan jaminan bahwa perusahaan anda akan selalu aman dan berjaya.

Dunia berubah, ekonomi berubah, politik berubah, bisnis berubah, kompetisi berubah, perilaku konsumen berubah.
Dan kalau anda atau perusahaan anda tidak berubah, bersiap siaplah bahwa anda akan hilang ditelan jaman.
Padahal masih banyak perusahaan atau individu yang sombong atau arogan dan terlalu percaya diri serta merasa jika mereka masih mempunyai strength dan competitive advantage yang kuat.

Sayangnya, Strength di masa lalu sering kali tidak relevant di masa depan. Justru Strength di masa lalu sering kali membuat kita complacent dan lupa diri, lupa untuk being humble and keep learning.

Often, your strength will kill you.

Hal ini sudah terjadi pada beberapa insinyur perminyakan yang sekarang mulai menganggur, kehilangan pekerjaan, meratapi nasib dan tiap hari menunggu kapan harga minyak naik. Hal ini terjadi pada beberapa profesi yang berjaya di masa lalu, dan sekarang terlanda krisis. Selain itu, hal ini juga berlaku bagi beberapa perusahaan yang merasa jagoan di masa lalu, tetapi karena terlalu arogant, sekarang mulai tersesak kompetisi.

Bayangkan bahwa sebuah aplikasi online yang dibuat oleh 3 anak muda ternyata berpeluang untuk mengganggu bisnis anda, apakah anda adalah perusahaan taxi besar, perusahaan retail supermarket besar, atau apapun bisnis anda. Saat inilah anda menyadari betapa rapuhnya perusahaan anda atau kompetensi anda.

Pertanyaan yang sekarang paling populer adalah:

“What if , whatever we knew, is wrong”?

(Bagaimana seandainya saja, apapun yang kita ketahui ternyata salah). Pertanyaan itu ternyata sama sekali tidak exagerate (melebih-lebihkan). Karena bagaimana pun Better Safe Than Sorry.

Lebih baik waspada daripada celaka!

1. VOLATILE (RAPUH)
Tidak ada lagi bisnis yang stabil. Kompetisi makin kencang, ekonomi makin tidak pasti. Kalau dulu business growth anda flat, atau naik terus perlahan lahan, bersiaplah bahwa sekarang business growth anda akan menjadi roller coaster. Siap siap! Jaga stamina, jaga jantung karena kalau tahun ini bisnis anda naik dan growth ya positive, bisa saja tahun depan growth nya negative dan menukik tajam. Kemudian kalau anda bekerja keras dan berinovasi mungkin tahun depannya naik lagi.

Persis sama seperti roller coaster!

2. UNCERTANITY (KETIDAK-PASTIAN)
Tidak ada lagi yang pasti. Pada saat sebuah perusahaan taxi di China berinvestasi banyak dengan membeli taxi, merecruit driver & mentraining mereka dengan biaya besar, ternyata sebuah aplikasi online menghancurkan growth mereka, dan membuat mereka harus mengaca diri.

Ketika sebuah retail supermarket besar di Taiwan berinvestasi besar besaran menambah toko, menambah gudang dan menambah karyawan, ternyata bisnis mereka diganggu oleh maraknya toko-toko online.
Pada saat sebuah perusahaan consulting services perminyakan berinvestasi ternyata beberapa tahun kemudian harga minyak turun drastis, dan mereka sepi order.

You dont know the future anymore, you cannot predict it, nothing is certain. Get ready!

3. COMPLEXITY (RUMIT)

Bisnis anda semakin lama semakin rumit. Dulu kita hanya memikirkan profit. Kemudian harus memikirkan customer. Kemudian nambah lagi, you need to hire, motivate and develop your employee.
Sekarang anda harus juga memikirkan CSR, stakeholder engagemen, kontribusi perusahaan anda pada pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat.
Belum situasi hukum (local dan internasional) yang makin tidak menentu. Bisnis tidak lagi semudah beberapa belas tahun yang lalu di mana anda menciptakan product, memproduksi, menjualnya, dan mendapatkan keuntungan.

Wake up and welcome to the real world. Now it is much more complicated than that.

4. AMBIGUITY (RANCU)

Semuanya makin rancu. Kita gak jelas lagi dengan aturan bisnis kita karena peraturan yang terus menerus berganti.
Pada saat kita pikir kita sudah memenuhi semua yang diatur dalam regulasi, ternyata ada saja yang interprestasinya berbeda. Pada saat kita sudah memasang strategy terhadap competitor kita, ternyata datang pemain baru yang masuk. Bahkan perusahaan yg tadinya kita pikir tidak berkompetisi dg kita ternyata menjadi alasan customer kita meninggalkan kita.

Pemilik bioskop bersaing dengan pengelola TV kabel. Pengelola Bus malam bersaing dengan pengelola Kereta Api, dan perusahaan Kereta Api bersaing dengan Pesawat Terbang. Taxi bersaing dengan aplikasi online. Supermarket dan pengusaha retail bersaing dengan perusahaan online. Akan makin banyak lagi yang akan terjadi.

An Impossible situation NOW can become possible!

Terus apa yang harus kita lakukan? Ternyata kita bisa menghadapi VUCA dengan menggunakan “VUCA” yang berbeda yaitu Visionary Leader, Unleash The Hidden Potentials, Change Agent dan Agility Builder

1. VISIONARY LEADER

Seorang leader mampu menyeimbangkan antara short tern and long-term success. Anda harus tetap consistent untuk deliver business success saat ini, sambil terus menerus mengembangkan visi untuk masa depan. Visi masa depan adalah pandangan tentang:

Why will they continue to exist in the future?
How they will contribute to the society in the future?
Why the customer will continue to choose them?
How they will build and improve their emotional bonding with customers?

Dengan cara itu dulu Garmin sukses mengembangkan alat alat Navigasi GPS, tetapi tetap berfokus pada masa depan sehingga pada saat GPS bisa diunduh gratis dengan aplikasi online, mereka sudah siap dengan product berikutnya: alat-alat gadget untuk anak anak muda yang fitness.

You see, one way or another your product will decline, you cannot avoid that.

What you can do is prepare the organization (and yourself) so you are ready and come up with new competitive advantage. This is the job of CEO, HR and all the leaders in the organization. Are you ready to take the challenge?

2. UNLEASH THE (HIDDEN) POTENTIALS

Kita ini sebenarnya punya dua tangan tetapi dari kecil kita sering kali menggunakan hanya satu tangan, biasanya tangan kanan. Jadi kita jarang sekali menggunakan tangan kiri, akibatnya kita hanya menggunakan 50 persen dari potensi kita. Mungkin banyak sekali potensi (tersembunyi) yang dimiliki tangan kiri sehingga mungkin sampai sekarang anda tidak menggunakan dan menyia-nyiakan potensi itu.

Sama dengan analogi itu.

Kita pasti punya banyak potensi dalam diri kita (atau di perusahaan kita). Sayangnya perusahaan kita (atau kita sendiri) terlalu sibuk focus pada apa yang harus kita kerjakan untuk mencapai business objective quarter ini.

Akibatnya kita suka tidak menyadari potensi kita sendiri padahal mungkin saja kita memiliki potensi di dalam bidang yang lain. Selain jago membuat alat navigasi, ternyata Garmin mampu membuat Gadget fitness.
Selain jago membuat film photography ternyata Fuji juga mampu membuat ramuan kosmetik.

Saya sendiri dulunya adalah insinyur komputer yang ternyata mempunyai potensi dalam bidang Human Resources.
Apa yang harus anda lakukan?

Find your hidden potential. Explore new opportunities from your hidden potentials. Develop new competitive advantage based on your potential. Go on and attack the market

3. CHANGE AGENT

Kalau anda (atau perusahaan anda) sudah terbiasa untuk hanya berfokus pada delivering current objective, akan sulit sekali untuk tiba-tiba pindah “gigi persneling” dan harus balancing masa depan juga.

You need to have a good change management process in place. And again, CEO, HR and every single business leader need to play the role as change agent. Remember, it is about change.

Anda harus mengubah fokus orang orang dari masa sekarang ke masa depan.

What you need to do?

Set the Objectives
Visualize the success (How the success would looks like?)
Motivate your team
Implement the change with discipline
Reward the supporters and communicate to the resisters

4. AGILITY BUILDER

Mempersiapkan anda ke VUCA world juga berarti mempelajari hal hal yang “baru” alias learning “new” things.
Padahal mungkin beberapa di antara kita sudah lama tidak belajar lagi. Banyak karyawan yang waktu saya tanya kapan mereka terakhir kali belajar, jawabannya adalah waktu mereka masih kuliah.

Which is like belasan tahun yang lalu.

Otak anda perlu memiliki learning agility, kemampuan mempelajari hal hal baru, the ability to learn new things.

How to do?

Learn new things everytime (bidang baru, olahraga baru, bahasa asing baru, hobby baru … or anything, as long as you learn new things)
Read, observe, learn and analyze the trend that is happening in the world today
Hang out with agile and open-mind people
But most importantly, being “open mind”, understanding that we may not be the best in everything.
There is a risk ahead. And our competences may not be relevant in the future.
Hence, keep learning is the key to your future success.

Jadi ingat, untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia yang VUCA (Vulnerable, Uncertainty, Complexity and Ambiguity), anda juga harus menjadi “VUCA” (Visionary Leader, Unleash the Hidden Potensial, Change Agent and Agility Builder)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares