Belajar Android Studio

Belajar android studio. Halo sobat Tutorial Networks. Siapa yang tidak kenal Android? Bukan, bukan. Yang saya maksud bukanlah Android 17 dan Android 18 yang ada di cerita Dragon Ball. Bukan pula Android 16 yang sangat hebat dan sempat seri saat bertarung melawan Cell (setidaknya sebelum si Cell melahap Android 17)

Android161718

Yang saya maksud adalah Android yang sistem informasi itu loh. Eh, sistem operasi. Sistem Operasi berbasis kernel linux yang saat ini banyak digunakan jutaan gadget dan smartphone. Sistem Operasi yang juga membuat para programmer berubah haluan. Dari semua menjadi desktop, client server, web, sampai kini menjadi mobile programmer.

Sebenarnya ada banyak cara untuk membuat aplikasi Android. Mulai dari menggunakan aplikasi khusus IDE Java seperti NetBeans, atau Eclipse. Sampai service yang mengubah aplikasi berbasis HTML 5 menjadi sebuah APK. Bahkan Game Engine seperti Unity pun telah dilengkapi dengan fitur untuk melakukan ekspor ke dalam Android. Intinya, cara membuat aplikasi android itu banyak. Banyaaak.

8ZPQV_4X1MXS

Belajar android studio sebenarnya tidak terlalu sulit. Dan postingan kali ini akan membahas tentang cara membuat aplikasi Android menggunakan Android Studio 2.0 yang disebut-sebut sebagai The Official bin resmi IDE for Android Development. Anda bisa mengunduh aplikasi Android Studio 2.0 di website resminya: Android Studio

Dan untuk menginstall Android Studio anda minimal memerlukan Java SDK 1.7 yang bisa di download secara gratis di sini: Java SDK 1.7

Proses instalasinya sendiri tidak terlalu sulit kok. Tinggal klik Next-Next-Next dan langsung capsus! 🙂

Untuk menjalankan aplikasi Android Studio 2.0 anda cukup melakukan dobel klik pada shortcut di desktop atau klik pada Start Menu. Tampilan awalnya kurang lebih seperti berikut:

BelajarAndroid-A01

Dalam tutorial ini kita akan belajar android studio level super basic banget. Jadi aplikasi yang dibuat sederhana yaitu sebuah applikasi Hello World. Oke, langkah pertama klik: Start a new Android Studio Project.

BelajarAndroid-A02

Pada dialog selanjutnya anda isikan atribut Application Name (tanpa spasi), Company Domain (dengan format xxx.yyy.com) dan Project Domain (path aplikasi anda). Klik Next.

BelajarAndroid-A03

Pada dialog ini anda disarankan untuk memilih Minimum SDK dengan OS Android yang paling kecil. Alasannya, agar aplikasi anda bisa dijalankan di hampir seluruh gadget android yang sudah terjual. Kecuali ada alasan khusus terkait dengan fungsi lain, anda dapat memilih OS Android terbaru dan tentu saja, kompatibilitasnya akan terbatas pada gadget terbaru pula. Klik Next.

BelajarAndroid-A04-EmptyActivityPada dialog ini ada 11 template yang bisa anda gunakan. Jangan pilih yang Add No Activity karena kalao begitu apa artinya anda pakai Android Studio kalau untuk pembuatan Activitynya harus ngetik manual? Hehehe. Klik saja yang Empty Activity dan klik Next.

BelajarAndroid-A05-EmptyActivity

Pada dialog ini masukan nama Activity tanpa spasi (defaultnya MainActivity), kemudian klik Finish. Tunggu beberapa saat sampai loading selesai dan anda akan dihadapkan pada jendela berikut.

Dalam postingan kali ini, pusatkan perhatian anda pada 3 komponen utama aplikasi android yaitu: Desain, Script dan Manifest.

BelajarAndroid-A06-Activity_Main.xml

Desain: activity_main.xml

Tab ini akan menampilkan desain aplikasi anda dengan mock-up sebuah hp/tablet. Bagi anda yang pernah mempelajari pemrograman visual pasti sudah familiar dengan tampilan ini. Ada pun fungsi panel berturut-turut dari kiri kanan adalah:

  1. Panel Project yang berisi hierarki direktori project anda
  2. Panel Toolbox (Pallete) yang berisi widget (seperti label, tombol, textbox dll) untuk dipasang pada aplikasi anda
  3. Panel View yang berisi desain layout aplikasi anda
  4. Panel Layout Tree dan Properties yang dapat digunakan untuk mengatur atribut setiap widget

BelajarAndroid-A06-Main_Activity.java

Script: MainActivity.java

Tab ini akan menampilkan layout aplikasi dalam bentuk script. Jadi sebenarnya antara activity_main.xml dan MainActivity.java itu dua file yang berbeda namun akan dieksekusi menjadi satu kesatuan. Semacam Romeo dan Juliet lah begitu. 🙂

BelajarAndroid-A06-Android_Manifest

Manifest: AndroidManifest.xml

File manifest ini merupakan file terpenting dalam sebuah aplikasi android karena akan berisi seluruh activity yang akan dieksekusi/dijalankan dalam aplikasi. Katakanlah anda telah merancang 10 Activity dengan desain yang ciamik. Namun jika dalam file ini anda tidak mendaftarkannya, maka aplikasi anda pasti akan error.

Langkah pertama yang harus anda lakukan saat baru pertama kali membuat project Android adalah TESTING. Lagi pula ini kan baru Hello World. Belum ada script belum ada apa-apa, masa baru bikin app langsung error?

Percayalah. Saya sering mengalaminya saat baru pertama kali belajar android studio.

BelajarAndroid-A08

Jadi pastikan anda berhasil mengeksekusi project anda menggunakan Emulator. Nggak ngerti cara bikin Emulator? Klik saja tombol Create New Emulator.

Gampang kok. Err.. kalau koneksi internet anda cepet gampang. Kalau lagi lelet ya…, ehm, saya sarankan sambil nunggu download anda bisa jajan baso dulu. Anda suka pakai baso urat atau baso ikan?

BelajarAndroid-A09

Nah, ini adalah tampilan awal aplikasi anda JIKA BERHASIL DICOMPILE menggunakan Emulator.

Kenapa ada banyak file project android yang baru dibuat suka langsung error?

Itu biasanya terkait dengan Gradle Script yang lagi rese. Nanti akan saya jelaskan kapan-kapan (kalau sempet).

BelajarAndroid-A10

Baiklah. Menggunakan Emulator sudah berhasil. Lalu bagaimana caranya kita membuat APK? Loh? Masa bikin aplikasinya cuma Hello World doang?

Ya nggak apa-apa. Kan namanya juga permulaan.

Nah, untuk membuat aplikasi anda menjadi APK (supaya nanti bisa diinstall di gadget atau di upload ke Play Store) anda harus membuildnya menggunakan signed APK. Untuk itu langkah pertam adalah klik menu Build > Generated Signed APK.

BelajarAndroid-A11

Pada kotak dialog Generate Signed APK anda klik Create New.

BelajarAndroid-A12

Selanjutnya masukan detail yang dibutuhkan untuk pembuatan Key Store anda. Isi sesuai dengan itikad baik dan kejujuran dalam hati. Kemudian klik OK.

BelajarAndroid-A13

Selanjutnya masukan password yang diinginkan. Awas, jangan lupa passwordnya. Kemudian klik Next.

BelajarAndroid-A14

Kemudian pada bagian Build Type anda pilih Release dan klik Finish.

BelajarAndroid-A15

Tunggu beberapa saat (anda juga bisa membeli gorengan atau cemilan sambil menunggu) sampai muncul sebuah notifikasi bahwa proses pembuatan APK sudah sukses.

Klik pada link Show in Explorer.

BelajarAndroid-A16

Tada. File APK anda sudah jadi. File ini bisa anda upload langsung ke Play Store. Selamat! Anda baru saja berhasil membuat aplikasi android pertama anda. Hore.

Sekian tutorial hari ini dan sampai jumpa di tutorial selanjut… eh? Tutorialnya terlalu garing? Da atuh kumaha? Bikin aplikasi di android mah ngan kieu we hungkul atuh?

Ya sudahlah. Biar tutorialnya tidak terlalu garing akan saya tambahkan sedikit. Sekarang kita akan membuat aplikasi penjumlahan sederhana yang menampilkan hasil dari penjumalah 2 buah bilangan yang diisikan dari kotak input.

Caranya?

BelajarAndroid-A17

Pastikan anda telah mengaktifkan tab Desain (activity_main.xml) Pada Pallete Widget, anda tarik Medium Text ke dalam View.

BelajarAndroid-A18

Atur namanya pada panel Properties misalnya Bilangan 1.

BelajarAndroid-A19

Kemudian masukkan lagi widget Plain Text pada View.

BelajarAndroid-A20

Lakukan hal yang sama sehingga anda kini memiliki Bilangan 1 dan Bilangan 2 yang masing-masing terdiri dari Label dan Input Text.

BelajarAndroid-A21

Lakukan satu kali lagi untuk menampilkan komponen Hasil.

BelajarAndroid-A22

Terakhir, masukan widget Button dan ganti teksnya menjadi Hitung.

BelajarAndroid-A23

Setelah seluruh widget terpasang, aturlah posisinya bisa terlihat proporsional. Anda bisa melihat dulu tampilannya pada Emulator dengan klik tombol Play.

BelajarAndroid-A24

Nah, sekadang kita akan masuk ke dalam scriptnya. Ada satu hal yang perlu anda perhatikan saat melakukan pengodangan bin pengodingan untuk aplikasi Android.

Anda HARUS TAHU ID dari setiap Widget yang anda pasang di View.

Misalnya, Input Text Bilangan 1 milik saya punya id = bil1, untuk Bilangan 2 id = bil2 dan untuk Hasil id = hasil. ID ini berfungsi sebagai kakait antara bagian Desain dan Script.

You know Kakait? Cari sendirilah terjemahannya.

Intinya adalah, bagian script yang dalam ini file .java butuh referensi dari file .xml untuk setiap widget yang akan dimanipulasi. Sehingga anda harus memberikan id dan mengingat setiap id itu untuk widget apa.

Android memiliki 6 tahap eksekusi, tapi yang akan kita bahas sekarang cuma 1 tahap awal saja yaitu tahap Create.

Saat aplikasi anda pertama kali di jalankan, event OnCreate ini akan dipanggil. Sehingga semua codang bin coding yang kita ketik di sini akan dieksekusi. Ada pun script yang akan kita buat adalah sebagai berikut:

1:  package com.roedavan.hello.app01;  
2:  import android.support.v7.app.AppCompatActivity;  
3:  import android.os.Bundle;  
4:  import android.view.View;  
5:  import android.widget.Button;  
6:  import android.widget.EditText;  
7:  public class MainActivity extends AppCompatActivity {  
8:     EditText bil1;  
9:     EditText bil2;  
10:    EditText hasil;  
11:    @Override  
12:    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {  
13:      super.onCreate(savedInstanceState);  
14:      setContentView(R.layout.activity_main);  
15:      bil1 = (EditText) findViewById(R.id.bil1);  
16:      bil2 = (EditText) findViewById(R.id.bil2);  
17:      hasil = (EditText) findViewById(R.id.hasil);  
18:      Button btn = (Button) findViewById(R.id.button);  
19:      btn.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {  
20:        @Override  
21:        public void onClick(View v) {  
22:          int a, b, c;  
23:          a = Integer.valueOf(bil1.getText().toString());  
24:          b = Integer.valueOf(bil2.getText().toString());  
25:          c = a + b;  
26:          hasil.setText(String.valueOf(c));  
27:        }}  
28:      );  
29:    }  
30:  }  

Penjelasan:

Baris 8: Membuat sebuah variabel (Java) dengan tipe EditText yang isinya bereferensi dengan sebuah Widget yang memiliki id bil1 menggunakan fungsi findViewById. Parameter R.id.xxx merupakan penghubung ke Widget (XML).

Baris 16: Membuat event onclick mirip seperti event click pada pembuatan elemen web menggunakan jQuery.

Baris 20: Konversi dari text ke integer untuk bisa ditambahkan kemudian dikembalikan lagi nilainya ke string pada saat akan ditampilkan ke text Hasil.

Bagi anda yang bingung kenapa harus ada konversi segala, karena bagi sebuah script beda ‘sekutip rusak program semuanya’. Jadi 1+1=2 itu sangat berbeda dengan ‘1’+’1’=’11’.

BelajarAndroid-A25

Jalankan aplikasi anda dengan klik Play. Masukan angka kotak bilangan kemudian klik tombol Hitung. Jika tidak ada kesalahan maka program anda benar. Eh?

Sekian dulu tutorial Android sederhana ini. Sampai jumpa di postingan saya selanjutnya.

Beberapa tutorial mengenai Android lainnya bisa anda dapatkan di daftar berikut.

 

belajar android studio
belajar android studio
belajar android studio
belajar android studio
belajar android studio
(Visited 2,790 times, 56 visits today)

3 thoughts on “Belajar Android Studio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares