Benarkah 1 Juni Merupakan Hari Lahir Pancasila?

Ada yang berbeda dengan 1 Juni tahun 2017 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ya, hari ini kita semua memperingati kelahiran Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Menurut Wikipedia, Pancasila merupakan dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas, bersifat final dan telah ditegaskan kembali dalam Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara jo Ketetapan MPR No. I/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 1960 sampai dengan Tahun 2002.

Anda bisa skip Tap MPR di atas kalau merasa terlalu panjang. Saya sendiri cuma copy-paste doang kok. Males bangetlah pokoknya kalau harus baca nomor surat yang banyak garis miringnya. Nah, yang menarik dalam pembahasan soal Pancasila ini adalah kata-kata pada Wikipedia yang tertulis seperti ini:

Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah “Perjanjian Luhur” bangsa Indonesia. Namun di balik itu terdapat sejarah panjang perumusan sila-sila Pancasila dalam perjalanan ketatanegaraan Indonesia. Sejarah ini begitu sensitif dan salah-salah bisa mengancam keutuhan Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan begitu banyak polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampai dengan pencetus istilah Pancasila.

Sebagai sebuah disklaimer terhadap apa yang tertulis, Wikipedia menambahkan: Artikel ini sedapat mungkin menghindari polemik dan kontroversi tersebut. Oleh karena itu artikel ini lebih bersifat suatu “perbandingan” (bukan “pertandingan”) antara rumusan satu dengan yang lain yang terdapat dalam dokumen-dokumen yang berbeda. Penempatan rumusan yang lebih awal tidak mengurangi kedudukan rumusan yang lebih akhir.

Well, menurut saya pribadi, Pancasila sebagai sebuah dasar negara tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang atau hanya sekedar dari satu buah tanggal untuk diperingati sebagai sebuah selebrasi. Pancasila adalah hasil dari rumusan pemikiran para pendiri bangsa Indonesia yang telah melewati berbagai macam diskusi, musyawarah, debat serta adu argumen dikarenakan perbedaan pendapat yang nyaris tidak bisa disatukan.

Tapi yang menarik adalah Pancasila tetap dapat ‘lahir’. Pancasila tetap dapat menjadi dasar negara Indonesia. Pancasila tetap dapat menjadi dasar bagi seluruh warga negara Indonesia yang berbeda suku, ras, bahasa dan agama. Ada kompromi luar biasa yang berhasil ditorehkan oleh kuku-kuku emas Pancasila untuk menghasilkan sebuah persatuan Indonesia. Persatuan yang akhir-akhir ini ‘sedikit luntur’ dikarenakan satu dan lain hal yang tidak perlu saya bahas di sini.

Anyway, sebelum menjadi Pancasila yang kita kenal sekarang, ternyata Pancasila telah mengalami berbagai revisi sebelum akhirnya disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 menjadi Pancasila yang kita kenal sekarang ini, yaitu:

Pancasila

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sekali lagi ditegaskan bahwa, Pancasila adalah keseluruhan proses yang panjang dalam perumusan suatu dasar negara. Sehingga tidak ada rumusan yang paling baik atau rumusan yang paling unggul, yang ada hanyalah kompilasi dari berbagai rumusan yang dapat diterima serta mewakili seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Rumusan pertama dasar negara ini dipresentasikan oleh Mohammad Yamin pada tanggal 29 Mei 1945 dihadapan sidang pleno BPUPKI adalah sebagai berikut:

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri ke-Tuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat

Mohammad Yamin memiliki dua jenis rumusan. Rumusan lainnya yang disampaikan secara tertulis pada BPUPKI adalah sebagai berikut:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
  3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan kedua berasal dari Dr. Soepomo yang disampaikan pada tanggal 31 Mei 1945 dengan rumusan sebagai berikut:

  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan lahir dan batin
  4. Musyawarah
  5. Keadilan rakyat

Rumusan ketiga adalah rumusan Ir. Soekarno yang disampaikan pada tanggal 1 Juni 1945. Ir. Soekarno merupakan yang pertama yang mendeklarasikan nama Pancasila. Sehingga meski disahkan para tanggal 18 Agustus 1945 dan terdapat revisi dari rumusan awal, namun tanggal 1 Juni tetap disepakati sebagai hari lahir Pancasila.

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan

Setelah sidang BPUPKI selesai, dibentuklah Panitia Sembilan yang bertugas menampung usulan rumusan Pancasila yang bersifat perorangan dan membuat rancangan rumusan Pancasila yang bersifat umum. Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan berhasil merumuskan Rancangan Mukaddimah (Pembukaan) Hukum Dasar, yang kemudian dinamakan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Di dalam rancangan Mukaddimah termuat rancangan Pancasila yang tertuang secara sistematik pada alinea ke-empat, yaitu :

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Jika kita cermati maka, sila pertama pada Piagam Jakarta ini sangat berbeda dengan sila Pancasila yang kita kenal. Hal ini dikarenakan sejumlah pembicara dalam sidang memang berasal dari kalangan Islam, seperti Ki Bagoes Hadikoesoemo. Beliau menilai bahwa kemerdekaan Indonesia diraih juga berkat perjuangan umat Islam.

“Tak akan ada nation Indonesia tanpa umat Islam. Lebih dari itu, karena kalangan nasionalis Indonesia yang berjuang dalam lingkup nasional yang mula pertama memang berwatak Islam,” ujarnya.

Argumen itu kemudian disanggah karena dinilai hanya melihat bangsa Indonesia berdasarkan demografis. Umat Islam di Indonesia memang mencapai 90 persen. Namun jika melihat kondisi geografis, khususnya di Indonesia timur, maka komposisinya berbeda.

Lagipula Indonesia merupakan sebuah gugusan kepulauan dari Sabang sampai Merauke. Sehingga sebuah dasar negara perlu untuk dapat meliputi seluruh penjuru negeri dan bukan hanya berdasarkan pada suku, ras atau tertentu. Berdasarkan pertimbangan tersebut, akhirnya sila pertama Pancasila versi 18 Agustus 1945 direvisi kembali dan menjadi Pancasila yang kita kenal seperti sekarang.

Hal yang menarik dari membaca kembali suatu sejarah adalah kita dapat mengambil pelajaran penting dari para pendahulu kita saat mengalami hal/situasi yang kurang lebih mirip dengan kondisi kita sekarang.

Dalam penetapan Pancasila, sebenarnya sejak dulu para pendahulu kita sudah berbeda pendapat. Mereka mencetuskan argumen dan pendapat sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing. Namun, ketika mereka dapat memperluas sudut pandang dan bisa menerima pendapat lain yang bersebrangan dengan mereka, langkah yang dilakukan adalah mengambil kompromi terbaik dan menjadikannya sebagai jalan tengah untuk mempersatukan pendapat yang berbeda dan bukan menjadi benteng yang berdiri tegak untuk memisahkan antara pendapat satu dan yang lain.

Hari Lahir Pancasila

Indonesia ada karena kita berbeda. Pancasila menjadi dasar negara kita karena kita berbeda. Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan kita untuk menyatukan kita yang memang berbeda. Aku beda, kamu beda. Tapi satu hal yang pasti. Kita Indonesia. Kita Pancasila. Anda Semua Indonesia. Anda Semua Pancasila. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Dan hari lahirnya Pancasila adalah hari libur kita semua.

Special Credit: http://jjurnal.deviantart.com/

Loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares