Click Square: Bersama Komunitas Wujudkan Bandung Sebagai Pusat Industri Kreatif Se-Asia

Dari Bandung, Oleh Komunitas, Untuk Asia. Mimpi besar yang digagas Antariksa Erlanda selaku CEO Click Square mulai memperlihatkan bentuk. Keinginannya untuk menjadikan kota Bandung, khususnya Click Square, sebagai wadah bagi para komunitas kreatif untuk berkarya, berkolaborasi dan menjadi etalase raksasa bagi produk kreatif dari 15 subsektor, secara perlahan mulai terwujud.

Kick-off meeting perdana kemarin (24/7) menjadi satu ‘klik’ kecil dari perubahan besar yang coba dibangun oleh Click Square. Meski tidak semua komunitas bisa hadir pada meeting tersebut, namun antusiasme komunitas terlihat sangat tinggi. Selain ingin mengenal lebih jauh mengenai visi dan misi Click Square, mereka juga sangat bersemangat untuk berkolaborasi dengan komunitas lainnya.

Apalagi Click Square juga memiliki beragam fasilitas yang dapat digunakan secara gratis oleh komunitas kreatif dalam membuat karya-karya dan produk kreatif unggulan mereka. Erland menegaskan jika konsep Click Square sebagai sebuah mal kreatif merupakan konsep perdana yang baru ada di Indonesia, khususnya kota Bandung.

Baca juga:  Click Square: Dari Komunitas, Oleh Komunitas, Untuk Komunitas!

“Benchmarknya adalah Soho, London yaitu sebuah kawasan industri kreatif yang menggabungkan beberapa pelaku industri dari berbagai subsektor dalam satu kawasan. Perbedaan mendasarnya adalah jika di Soho, kawasan tersebut berupa sebuah blok dengan berbagai bangunan terpisah yang merepresentasikan setiap jenis industri kreatif, sementara untuk di Bandung, khususnya Click Square, kawasan tersebut diwujudkan dalam bentuk sebuah gedung besar lengkap dengan fasilitasnya,” papar Erland yang lebih sering menyebut dirinya sebagai ‘tukang sapu-sapu’ ketimbang CEO. Sapu-sapu masalah orang maksudnya. Well, memang itulah tugas seorang CEO, bukan?

Bagi anda yang penasaran seperti apa Soho, London yang dimaksud Erland berikut saya berikan highlightnya.

Dalam pertemuan perdana tersebut, beberapa komunitas menanyakan hal teknis terkait penggunaan fasilitas super mewah yang ‘katanya’ boleh dipakai secara gratis oleh komunitas.

“Untuk teknisnya akan kita atur menggunakan sistem penjadwalan. Intinya, informasi yang dibutuhkan hanyalah nama pengguna, dari komunitas mana, dan untuk keperluan apa menggunakan fasilitas tersebut,” jawabnya.

Baca juga:  Bangga! Prototype Avrego Mencuri Perhatian Triawan Munaf Di BEKRAF Game Prime 2017

Erland juga mengemukakan jika kesulitan terbesar dalam membangun mal dengan konsep berbasis komunitas ini adalah menyatukan persepsi dari seluruh komunitas yang masing-masing merupakan expertise di bidangnya. Keinginan untuk berkolaborasi terjadang bisa menjadi hambatan jika setiap komunitas lebih mengedepankan ego daripada semangat babarengan.

“Mengumpulkan para ‘rock-star’ dalam satu wadah itu tidak mudah. Jika setiap pelaku tidak mau membuka diri dan bekerja sama dengan pihak lain, maka kerja sama yang coba diwujudkan tidak akan pernah terjadi,” ujar Erland yang telah beberapa kali mengalami situasi serupa.

“Seperti Avengers misalnya,” celetuk kak Seto sang moderator yang mendadak isengnya kumat. “Kalau masing-masing pelaku industri kreatif tidak mau open dan working together, bisa-bisa akan pecah The Next Civil War.”

Khusus untuk pemakaian fasilitas Click Square, Erland menegaskan jika prioritas utama yang ingin dikembangkan justru bukanlah sistemnya, melainkan budaya dan ekosistem kreatif. Karena gedung semegah Click Square akan menjadi nothing, jika para pelaku yang terlibat di dalamnya tidak memiliki budaya dan tidak mau mencoba membangun ekosistem kreatif yang solid.

Baca juga:  Click Square: Illuminator Drawing Easy 2 Siap Digelar. Berani?

“Kita ingin teman-teman pelaku industri kreatif ini membangun budaya yang baik. Hayu kita bangun budaya sharing yang baik, fasilitas yang ada dijaga babarengan, dan terus berusaha agar kita dapat saling hidup berdampingan secara produktif,” tutupnya.

Kick-off Meeting kemarin ditutup dengan beberapa agenda lanjutan untuk lebih mematangkan rencana pengembangan Click Square, khususnya yang berkaitan dengan komunitas kreatif. Saya sendiri sempat berfoto bersama dengan si akang ‘tukang sapu-sapu’ ini. Erland mengaku jika dirinya sangat senang bisa bertemu dengan komunitas kreatif. Dan dia juga berharap bisa bertemu langsung dengan komunitas ibu-ibu yang biasa senam pagi

Eh? Naon maksudnya ieu kang?

Loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares