Click Square: Dari Komunitas, Oleh Komunitas, Untuk Komunitas!

Rasanya memang nggak salah kalau Bandung disebut sebagai kotanya orang-orang kreatif. Karena dari kota inilah banyak bermunculan orang-orang kreatif dari berbagai subgenre yang terkenal bukan hanya di Indonesia tetapi juga sampai ke luar negeri. Mulai dari musisi, komikus, artis, pemain film sampai ka tukang hayam, tukang cireng, tuang gehu dan tukang es terkenal berasal dari Bandung.

Mulai berasa lapar? Sarua. Nah, Click Square memahami sejarah kota Bandung sebagai sebuah kota kreatif dan bermaksud untuk menjadikan Bandung, once again, sakali deui, menjadi kota kreatif yang gaungnya bukan hanya tersebar dari sabang sampai merauke, tapi dari tembok cina sampai menara pisa. Mun bisa nepi ka kutub utara dan galaksi luar angkasa. Eaaa.

Sebagai sebuah hub kreatif terbesar di Asia Tenggara, Click Square memulai visinya yang luar biasa dengan cara yang bijaksana. Seperti yang kita tahu, kendala utama orang-orang kreatif untuk bisa menghasilkan karya terbaiknya adalah fasilitas dan modal kerja. Padahal jika diitung secara matematis, akademis, futuristis, dan melankolis, jumlah working capital untuk proses produksi orang-orang kreatif jauh lebih sedikit daripada potensi revenue yang akan dihasilkan dikemudian hari.

Maksudnya apa? Bukan cuma balik modal, bos. Berinvestasi di beberapa sektor dan lini industri kreatif memiliki peluang yang sangat besar untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat. Hal inilah yang sepertinya dipahami betul oleh Click Square sehingga mereka mencetuskan sebuah ide gila yang luar biasa gilanya yaitu dengan membuat fasilitas edan-luar-biasa-keren-ajib-pisan-maneh yang bisa digunakan secara gratis oleh komunitas kreatif.

Baca juga:  Click Square: Creative Community Hub Terbesar Di Indonesia

GRATIS BOS. CIUS! 

Secara umum ada 4 kategori fasilitas yang bisa digunakan yaitu Activity Space, Co-Working Space, Classroom dan Meeting Room. Seluruh fasilitas keren yang super mewah ini bisa digunakan oleh komunitas dan untuk komunitas secara ‘gratis’. Gratisnya pake kutip karena komunitas harus membayarnya dengan mata uang khusus yaitu display karya komunitas, aktivitas rutin di Click Square dan selalu rajin update kegiatan komunitas di media sosial.

Udah gitu doang. Nggak ribet kan? Terus fasilitas apa saja sih yang disediain oleh Click Square? Cekidot!

Ada Music Stage sekelas konser Coldplay di Ausie, Recording Studio kelas wahid, Green Screen untuk SFX (udah saya lihat, gede bingit tapi belum resmi rilis saat artikel ini ditulis), Dark Room, Led Advertising dan buaanyaaak lagi fasilitas lainnya. Semuanya bener-bener buat membantu komunitas untuk berkarya dan memajukan industri kreatif Indonesia.

Baca juga:  Bangga! Prototype Avrego Mencuri Perhatian Triawan Munaf Di BEKRAF Game Prime 2017

Antariksa Erlanda selaku CEO Click Square menegaskan jika konsep utama Click Square adalah digitalisasi industri kreatif dengan tetap berpatokan pada skema Transmedia. Artinya, produk-produk non digital sekalipun tetap bisa masuk sebagai bagian dari rantai ekosistem kreatif.

“Intinya setiap komunitas bisa menghasilkan karya terbaiknya dengan menggunakan fasilitas gratis dari Click Square. HAKI nya pun tetap miliki komunitas hanya saja, Click Square memiliki hak untuk ikut mempromosikan dan memajang karya-karya tersebut,” jelas Eland pada sosialiasi penggunaan fasilitas Click Square kemarin (30/8).

Selain mendapatkan keuntungan berupa fasilitas gratis, ternyata ada keuntungan lain yang bisa didapat bagi komunitas jika bergabung dengan Click Square. Salah satunya adalah kemungkinan adanya kolaborasi kerja sama dengan pihak ketiga atau skema pendanan dari investor.

“Umumnya proyek-proyek yang berhubungan dengan industri kreatif tidak bisa berhubungan langsung dengan komunitas. Rulenya mereka harus berhubungan dengan sebuah perusahaan, baru kemudian komunitas menjadi subkontraktor-nya. Ini skema yang umum terjadi. Dengan bergabung dengan Click Square, skema tersebut bisa digantikan dengan membawa Click Square sebagai bendera utama”, tambah Eland.

“Dengan begitu, jika ada keperluan show event bisa di sini, ada meeting dengan klien bisa di sini, nembak cewek bisa di sini, sampai keperluan bisnis lainnya yang membutuhkan legalitas hukum dan lainnya juga bisa dilakukan di sini. Gampang kok. Intinya semuanya bisa diobrolin sama Click Square,” ujar Eland dengan nada bijaksana dan penuh aura kebapakan.

Baca juga:  Click Square: Illuminator Drawing Easy 2 Siap Digelar. Berani?

Terus, kalo ngobrolin tentang gebetan yang pas mau ditembak disalip temen sendiri boleh nggak kang? Eaaa.

Hal lain yang coba ditawarkan oleh Click Square adalah skema Community Crowd Funding. Erland menyebutkan jika sampai ini, jumlah total personil komunitas yang sudah terdaftar dengan Click Square berjumlah sekitar 150 ribu personil.

“Bayangkan jika kita kembangkan skema udunan per proyek komunitas sekitar 10 ribu per orang. Kita semua akan mendapatkan modal 1.5 milyar untuk proyek yang hasilnya nanti bisa dinikmati oleh komunitas juga. Ini namanya dari komunitas, oleh komunitas, untuk komunitas,” papar Erland. Intinya, ada banyak sekali ide-ide gila yang dipaparkan oleh kang Erland serta usulan luar biasa dari para komunitas dalam pertemuan sederhana itu. Mereka semua optimis jika Click Square dapat menjadi wadah pemersatu komunitas kreatif di Bandung.

Lets Make Bandung Great Again! 

Edankeun! Edunkeun!

Loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares