Dark Universe: Proyek Ambisius ‘Superhero’ Versi Horor!

Melihat jajaran para karakter utama yang akan dipasangkan dalam proyek ambisius Universal Studio ini, komentar saya cuma satu: The League of Extraordinary Gentlemen. Bayangan Sean Connery sebagai Allan Quatermain kala itu, terlalu kuat di dalam bayangan saya sehingga saya merasa sangat pesimis dengan Dark Universe. Namun saat nama Jhonny Depp muncul, naluri saya mengatakan lain.

Saya mulai fokus memperhatikan jajaran cast yang konon kabarnya akan dipasangkan dalam ‘The Avengers’ atau ‘Justice League’ wannabe namun bernuansa horor ini. Saya sudah tahu lama soal Tom Cruise dan The Mummy, tapi soal Dr. Jekyll? Invisible Man? Nah kan, lagi-lagi bayangan Allan Quatermain yang muncul di kepala saya.

Isu soal reboot The League of Extraordinary Gentlemen sebenarnya sudah mencuat sejak dua tahun yang lalu. Namun entah kenapa belum ada progress yang resmi dari pihak Fox selaku pemilik lisensi. Alih-alih tim Allan Quatermain ini, yang muncul ujug-ujug bin suddenly adalah Dark Universe-nya Universal Studio, yang dimulai dari reboot The Mummy versi Tom Cruise.

Dark Universe sendiri sebenarnya adalah bukanlah nama untuk sekumpulan superhero melainkan nama brand yang digunakan Universal Studio untuk mempopulerkan beberapa tokoh horornya seperti Dracula, Frankenstein, Wolf-Man dan Invisible Man. Saya nggak ingat soal The Mummy, dan saya sangat yakin kalau Mummy itu sama sekali nggak ada hubungannya Dark Universe yang umumnya berseting di Eropa pada abad 18.

Tapi saya salah euy. Trailer Dark Universe berikut membuktikan jika sang Mummy memang merupakan bagian dari Dark Universe. Pantesan dibawa-bawa.

The Leader is Dr. Henry Jekyll 

Kunci utama dari Dark Universe adalah Dr. Jekyll yang diperankan oleh Russell Crowe. Bisa dibilang, Dr. Jekyll ini ada Nick Fury nya dalam The Avengers atau Bruce Wayne dalam Justice League. Dialah yang mengumpulkan para superhero ‘horor’ untuk melawan para monster yang nggak kalah ‘horor’-nya. Jadi ini bisa dibilang merupakan film aksi dan horor, well, setidaknya untuk The Mummy.

Film selanjutnya yang direncanakan akan tayang pada 2019, Bride of Frankenstein, justru akan lebih kental unsur dramanya. Apakah ini berarti film-film Dark Universe akan memiliki genre yang berbeda sesuai dengan monster yang menjadi tokoh utamanya? Atau Universal hanya ingin ‘meniru’ gaya Fox saat membawakan Victor Frankenstein?

Terserah saja sih. Asal eksekusinya lebih keren, niru-niru dikit, nggak apa-apa deh. Lagipula fokus saya pada Dark Universe hanya satu, yaitu Invisible Man versi Johnny Depp. Aktor yang satu itu memang punya banyak muka. Hampir seluruh tokoh dia mainkan memiliki wajah dan karakteristik yang berbeda. Lalu bagaimana jika Depp harus memainkan tokoh yang nggak punya muka?

Kocak? Pastinya. Lagipula Griffin, tokoh protagonis dalam novel The Invisible Man karya H.G. Wells ini, memang dikenal memiliki karakter yang sok tahu, angkuh, arogan dan merasa dirinya yang paling pintar. Rada-rada similar dengan karakter Jack Sparrow sebenarnya.

Tema ‘Dark Universe’ sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam konsep shared-cinematic-universe. Di ranah superhero, Justice League sudah memulainya dengan formasi Batman, John Contantine, Zatanna dan Jason Blood.

Dark Universe: Proyek Ambisius 'Superhero' Versi Horor

Namun karena sejak awal yang menjadi ciri khas adalah superhero, jadi unsur darknya kurang berasa. Saya yakin Dark Universe akan jauh memiliki warna yang berbeda. Karena yang menjadi ciri khas justru adalah monster atau makhluk-makhluk horor yang ‘seharusnya’ menakutkan.

Kesimpulannya, berarti sampai saat ini, kita sudah memiliki Marvel Cinematic Universe, DC Extended Universe, Star Wars Universe, Tolkien Fantasy Universe, Rowling Magic Universe, dan yang akan muncul berikutnya adalah Dark bin Horor Universe. Keren pisan euy!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares