Gara-gara Kontroversi X-Men Gold, Ardian Syaf Akan didepak dari Marvel?

Komik terbitan Marvel ‘X-Men Gold #1’ menuai kontroversi. Kenapa? Karena komik yang digambar oleh Ardian Syaf, penciller asal Indonesia ini, telah memasukan simbol 212 dan QS 5:51 yang berkaitan dengan aksi ‘212’ dan kisruh Surat Al Maidah 51 sebagai aksi protes kepada Ahok terhadap kasus penistaan agama.

kontroversi x-men gold

Heboh kontroversi soal simbol tersebut membuat Marvel terpaksa angkat bicara. Berikut adalah pernyataan resminya.

kontroversi x-men gold kontroversi x-men gold kontroversi x-men gold kontroversi x-men gold kontroversi x-men gold kontroversi x-men gold kontroversi x-men gold kontroversi x-men gold

The mentioned artwork in X-Men Gold #1 was inserted without knowledge behind its reported meanings. These implied references do not reflect the views of the writer, editors or anyone else at Marvel and are in direct opposition of the inclusiveness of Marvel Comics and what the X-Men have stood for since their creation. This artwork will be removed from subsequent printings, digital versions, and trade paperbacks and disciplinary action is being taken.”

Terjemahannya kurang lebih sebagai berikut:

“Artwork yang disebutkan dalam komik ‘X-Men Gold #1’ dimasukkan tanpa sepengetahuan ada makna di dalamnya. Gambar atau simbol yang digunakan tidak mencerminkan pandangan dari penulis, editor, atau pihak lain yang ada di Marvel. Dan semua itu sangat bertolak belakang dengan Marvel Comics dan X-Men sejak pertama kali dikembangkan. Karya seni di dalam komik ini akan dihapus pada cetakan berikutnya, baik versi digital dan bentuk fisik. Dan hukuman yang diberlakukan,” tulis pernyataan tersebut.

kontroversi x-men gold

Apa artinya? Simpelnya gini. Marvel sama sekali nggak tahu kalau angka QS 5:51 dan 212 memiliki sebuah makna tersendiri. Apalagi Ardian Syaf selaku penciller menggambar halaman itu tidak lama setelah mengikuti aksi 212 yang dilakukan pada bulan Desember 2016 silam.

Dilihat dari sudut pandang seorang komikus, sebenarnya sangat wajar untuk memasukkan beberapa simbol pada karya yang memang tidak berkaitan langsung dengan cerita utama komik. Apalagi Ardian Syaf sendiri sering memasukan hal-hal tentang indonesia di dalam beberapa karyanya.

Salah satu karyanya yang menyisipkan tentang Indonesia pernah saya lihat di acara Hitam-Putih beberapa tahun silam. Waktu itu Ardian Syaf masih bekerja dengan DC. Dalam panel itu, dia menjelaskan bahwa pihak DC mengijinkan dirinya untuk menggambar tentang seting kota yang dinamakan Little Jakarta.

Hal yang sama pernah ia lakukan saat terlibat dalam Earth 2. Dalam halaman ini, Ardian Syaf menyisipkan bentuk topeng dayak dan gambar Garuda Pancasila.

Ini bukan pertama kalinya Ardian Syaf menyisipkan simbol dalam karya-karyanya. Namun kelihatannya, simbol 212 dan QS 5:51 benar-benar simbol yang menggemparkan sampai-sampai pihak Marvel harus turun tangan dan menenangkan massa yang protes.

Apakah ini hanya trik dagang agar X-Men Gold #1 ini laku keras? Bisa jadi. Tapi masa iya Marvel sampai harus sampai segitunya menggunakan simbol hanya untuk meningkatkan penjualan komik yang cuma 4.99$/eksemplar?

Saya berpendapat jika ini adalah murni aksi individual Ardian Syaf sebagai seorang ilustrator. Sudah haknya untuk memutuskan apa yang bisa digambar dan tidak bisa digambar. Toh, penyisipan simbol ini juga bukan pertama kali dilakukan olehnya.

Permasalahannya adalah dengan reaksi keras yang didapatkan dari berbagai kalangan ini, sepertinya pihak Marvel akan benar-benar menjatuhkan sanksi kepada Ardian Syaf. Namun belum ada penjelasan lebih rinci soal sanksi yang akan dijatuhkan.

X-Men adalah proyek baru Marvel yang melibatkan beberapa penciller. Sehingga kemungkinan Ardian Syaf didepak dari proyek ini cukup besar. Tapi masa sampai harus didepak hanya gara-gara simbol QS 5:51 dan 212 sih?

Well, mari kita tunggu keputusan Marvel selanjutnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares