Keren! Film Animasi Karya Yuditya Affandi Sukses Menghebohkan Dunia

Menikmati film animasi tidaklah sama dengan membuat film animasi. Dalam sebuah film animasi, rentetan proses mulai dari Modelling, Texturing, Rigging, Animating sampai Rendering memerlukan effort yang luar biasa dan keahlian yang spesifik. Dalam pembuatan film-film animasi kelas dunia, biasanya setiap proses tersebut dilakukan oleh tim dengan klasifikasi tertentu.

Sehingga membuat sebuah film animasi sendirian adalah satu hal yang sangat sulit, bukannya tidak mungkin sih, tapi prosesnya akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan memerlukan kemampuan khusus di setiap proses pembuatan animasi tadi. Tidak semua orang bisa membuat film animasi dengan kualitas luar biasa sendirian.

Namun Indonesia patut berbangga karena kini telah muncul sosok Animator masa depan yang siap meramaikan industri animasi Internasional. Adalah Yuditya Afandi, siswa kelas 12 SMK Negeri 2 Bawang, Banjarnegara, yang telah membuat film animasi apik yang nggak kalah keren dibanding film animasi buatan manca negara.

Film pendek yang diberi judul “Some Night” bahkan masuk ke dalam channel CGBros telah ditonton oleh lebih dari 40.000 orang hanya dalam waktu 2 bulan. CGBros adalah sebuah channel yang mengkurasi beberapa karya di industri kreatif seperti 3D animation, Behind the Scenes/Making of VFX, Motion Graphic Design, Show Reels, dan Gaming. Jadi bisa masuk ke dalam channel mereka sudah merupakan prestasi tersendiri.

Anda sudah pernah menonton videonya? Silahkan sempatkan sekitar 50 detik untuk menyaksikannya.

Film ini dibuat Yudit menggunakan software gratis Blender. Saat dikonfirmasi lebih detil mengenai masalah software, Yudit mengatakan jika dirinya kurang begitu suka dengan pertanyaan itu.

“Saya membuat film animasi itu menggunakan Blender 2.76. Sebenarnya tidak masalah berapa versinya karena yang dicari dalam dunia industri adalah hasil karya kamu, bukan software yang kamu gunakan. So, I hate when people asking about that kind of questions.”

Yudit yang saat ini baru saja mendaftar ke Sekolah Tinggi Multimedia Jogya mengatakan jika dirinya sama sekali tidak menyangka jika film pendek yang dibuatnya itu akan menjadi heboh seperti sekarang.

“Saya yidak pernah terpikir kalau bakal jadi seperti ini. Semua yang saya fokuskan hanya learn and share it to the world. If the world like it. Awesome. But if they don’t. So what? Keep learning.”

Berkaitan dengan film pendek yang digarapnya itu, ada beberapa penonton awam yang justru malah kebingungan dimana sebenarnya letak keistimewaan film pendek buatan Yudit?

Bagi mereka yang pernah berkecimpung di dunia animasi pasti paham betul jika proses pembuatan sebuah film animasi merupakan proses panjang yang berat dan melelahkan. Salah satu yang paling sulit dalam film animasi justru adalah Modelling+Rigging yaitu tahap untuk membuat karakter agar siap digerakkan atau dianimasikan. Karena jika kedua tahap ini gagal, maka proses pembuatan animasi pun tidak akan pernah dapat dilakukan.

Yudit yang belajar animasi secara otodidak tidak terlalu ambil pusing dengan berbagai komentar miring yang berdatangan dari orang awam terkait dengan seputar pembuatan film animasi.

“Saya tidak peduli orang lain berkata apa. Jika mereka meremehkannya. So what? Saya akan tetap belajar dan berusaha lebih baik lagi,” pungkas Yudit yang bercita-cita ingin menjadi salah satu animator di Pixar Studio.

Dilihat dari berbagai portofolionya, selain mahir menggunakan Blender Yudit juga sangat mahir mengedit foto dengan Photoshop. Bener-bener nggak nyangka deh kalau gambar ini adalah hasil editan.

Salut terus mas Yudit calon Animator Internasional masa depan. Sukses!

Loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares