Obor Desain – Episode Tamu Hebart #4 Comic For Life

Episode Tamu Hebart 4 merupakan salah satu episode Obor Desain yang serius saya tonton. Bukan karena saya ingin melihat mukanya kang Dodi apalagi ocehannya yang teu pararuguh. Bukan. Saya sudah terlalu banyak mendengar ocehan kang Dodi yang teu pararuguh, jadi niat saya mah aslina bukan itu.

Permasalah komik Indonesia bagi saya merupakan masalah yang sangat penting. Kenapa? Karena saya sendir merupakan salah satu pelaku industri yang saat ini tengah menggeluti komik. Bisa ngagambar? Henteu. Saya mah cuma suka bikin cerita. Batur anu ngagambarna. Dengan komposisi satu orang (bikin cerita + gambar) saja, kehidupan seorang komikus di Indonesia bisa terbilang cukup sulit. Lalu bagaimana dengan komposisi 2 orang? Yang satu bikin cerita, yang lain ngegambar.

Baca juga:  Obor Desain - Episode #24 (Con)Struck

Emang sekilas keren jika dina film Bakuman. Tapi realitas kadang lebih kejam daripada ibu tirinya cinderella. Padahal komik Indonesia pernah berjaya. Dulu. Tapi karena gempuran negara api sangat kuat, secara perlahan komik Indonesia pun melemah. Perkembangan komik indonesia masih di lakukan oleh personal-personal komikus, dimana jangkauan pasar pun pada tahap awal berada pada jaringan tertentu.

Lalu bagaimana komik indonesia dapat menjanjikan kehidupan bagi komikus ? Bagaimana pula upaya komikus indonesia dalam mengimbangi penetrasi komik asing? Selaku komikus senior yang dihormati oleh seluruh insan komik Indonesia, Beng Rahardian memaparkan seluk beluk mengenai dunia komik Indonesia. 

Simak video selengkapnya di sini. Klik saja tautan berikut.

Baca juga:  Obor Desain - Episode #17 Testplay: Menuju Pengalaman Bermain

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares