Petani Pecinta One Piece (PPOP): Part 6 – Janji Luffy

Mungkin sedikit yang sadar, saat Luffy memutuskan menuju Whola Cake Island (WCI), Luffy terlihat tidak seperti Luffy yang kita kenal. Luffy selalu percaya pada semua Nakama-nya. Kalau ada pertarungan di Arc mana pun, Luffy tidak pernah ragu pada Chopper, Nami bahkan pada Ussop yang lemah sekali pun.

Bukan karena Luffy tidak peduli pada Nakamanya, tapi karena dia percaya pada kekuatan para Nakamanya. Luffy selalu percaya jika dia melawan musuh terkuat disetiap Arc, maka sisanya akan dibereskan oleh Zoro, Sanji, Nami, Chopper, Ushop, Brook, Robin dan Franky. Lalu kenapa kali ini Luffy agak berbeda, pak tani? Oke baca terus!

Luffy menjemput Sanji ke WCI yaitu sebuah pulau teritori Yonko yaitu Big Mom. Big Mom sendiri sudah otomatis sudah menjadi musuh Straw Hat Pirates (SHP), sejak Luffy mengancamnya di Fishman Island. Nah, yang menarik bukankah Sanji sudah memberikan surat kepada Nami? Bukankah Sanji juga sudah bilang jika dia akan kembali? Kenapa Luffy tidak percaya pada Sanji dan menunggunya saja di Zou?

Baca juga:  Petani Pecinta One Piece (PPOP): Part 10 - Kebebasan!

Jujur pak tani sedih saat membaca chapter ini, apalagi imo-imo yang bertebaran bilang kalau Sanji akan keluar dari SHP. Shit man! Ayolah Oda ga seculun itu untuk membuat sebuah karya. Kasus Water 7 sudah menjadi klimaks tentang apa itu kesetiaan kru, apalagi dengan perkataan sang wakil kapten Roronoa Zoro. Lalu piece (kepingan) yang mau disampaikan Oda dari perubahan pendirian Luffy yang ga percaya sama Nakamanya itu sendiri apa dong pak tani?

Jawabannya ada pada SOSOK NAMI. Inget kan Nami menangis waktu memberi tau Luffy keadaan tim itu, fakta bahwa Sanji meninggalkan Nami cs bersama Bege. Nami menangis, sedangkan Kapten kita Monkey D Luffy pernah berjanji pada Genzo yang menurut pak tani udah kayak bapak Nami sendiri kalau dia ga bakalan buat Nami menangis dan menyakitinya?

Baca juga:  Petani Pecinta One Piece (PPOP): Part 16 – Arti Menjadi Pemimpin

Inget ga? Ya elah ga inget? Dasar jomblo!

Mudah banget sih lu ngelupain janji?!

Luffy memiliki firasat tersendiri, jika Nami saja sampai menangis dan merasakan sanji dalam bahaya maka Luffy harus menjemput kru nya itu sendiri bahkan ke markas musuh sekalipun. Sifat gigih Luffy ini persis Shirohige yang menjemput Ace sendiri ke markas besar marine, walaupun nyawa taruhannya. Yah itulah arti janji dan kesetiaan.

Luffy sudah berjanji tidak akan membuat Nami menangis, itulah yang membuatnya tidak diam saja dan menunggu Sanji pulang, tapi menjemputnya ke markas musuh.

Intinya adalah:

Hai para jomblo!
Jangan berjanji pada seorang gadis, tapi berjanjilah pada Ayahnya!
Janji kepada Ayah pasangan kita, akan membuat kita memahami makna bertanggung jawab!
Jadi apakah sebenarnya Luffy punya ‘rasa’ dengan Nami?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares