Review Film Star Wars Rogue One: Baik atau Buruk?

Bagi anda pecinta Star Wars saga pasti tahu bukan jika di akhir tahun ini ada satu lagi film Star Wars yang akan tayang di bioskop yaitu Star Wars Rogue One. Film ini merupakan film Anthology perdana Star Wars yang juga bisa dibilang merupakan sebuah spin-off dari keseluruhan Star Wars Saga. Dibilang perdana sebenarnya nggak juga sih, karena pada tahun 80an, Goerge Lucas juga pernah membuat film Ewoks yang merupakan makhluk/ras berukuran kecil di Star Wars Universe.

review film star wars rogue one
review film star wars rogue one
review film star wars rogue one
review film star wars rogue one
review film star wars rogue one
review film star wars rogue one
review film star wars rogue one
review film star wars rogue one
review film star wars rogue one

Bagi anda yang membandingkan Star Wars Rogue One dengan episode pertama dari trilogi ketiga Star Wars (Episode 7 – Force Awakens), bersiap-siaplah untuk kecewa. Tidak ada Jedi dan Light Saber di dalam film ini.

Kenapa?

Review Film Star Wars Rogue One

Star Wars Rogue One bersetting pada masa setelah trilogi kedua Star Wars (Episode III – Revenge Of The Sith) dan sebelum masa trilogi pertama (Episode 4 – A New Hope).

Ingat baik-baik. Pada akhir episode ke-3, terjadi pengkhianatan besar-besaran dari pasukan The Clone dan seluruh Jedi yang ada dibantai. Master Yoda pergi menyelamatkan diri, sementara Ben Kenobi juga ikut menghilang setelah membelah tubuh Anakin Skywalker – trigger utama yang mengubah Anakin menjadi Darth Vader.

Film ini berseting di antara akhir episode 3 dan awal episode 4 maka bisa ditebak, jika musuh utama dari kisah ini adalah Darth Vader cs.

Sinopsis cerita Star Wars Rogue One cukup sederhana. Dikisahkan Empire yang sedang membuat sebuah senjata super canggih bernama Death Star, senjata pemusnah planet, yang dikerjakan oleh seorang ilmuwan bernama Galen Erso.

Para aliansi pemberontak mengetahui rencana ini berdasarkan informasi orang dalam. Demi mencegah senjata pemusnah planet itu dibuat, para pemberonatk dengan bantuan Jyn, anak Galen, berencana untuk mencuri blue print Death Star dan mencari cara untuk dapat menghancurkannya.

Sinopsisnya sangat klasik dan sederhana.

Lalu bagaimana dengan eksekusinya?

eucwvigjxupbkxrzfn8rxl-650-80

Pada awalnya, film ini berjalan sangat lambat. Namun saat plot sudah tertata jelas, maka pace bergerak dengan sangat cepat. Satu per satu, karakter yang sudah sangat familiar di kalangan penggemar Star Wars bermunculan. Sebagian besar hanya sebagai cameo, sisanya merupakan tokoh sentral yang ikut ke dalam plot.

Masing-masing karakter juga mendapatkan proporsi dan peran yang sangat pas. Termasuk aktor laga Donnie yang berperan sebagai pendeta buta bertongkat.

Secara umum film ini sangat baik dan mampu memuaskan para penggemar Star Wars. Beberapa poin menarik yang bisa dicatat adalah penggunaan CGI yang cukup dan tidak berlebihan, pertarungannya seru dan klimaks banget, cerita yang dibawakan menambah sisi lain terhadap episode 4 Star Wars dan yang terpenting ada Darth Vader.

Teng teng teng tong teng teng – Tong teng teng. Never forget that epic tune!

reneawxpz58u6efkgcda6f-650-80

Sementara jika dilihat dari kekurangannya, yah, film ini berjalan terlalu lambat di satu sisi dan terlalu cepat di sisi yang lain, dan ada terlalu banyak karakter yang sulit untuk diingat.

Yang menarik, meski film ini diklaim akan mengecewakan para penggemar fanatik Star Wars, nyatanya, film ini malah menuai pujian positif dari para kritikus film. Dari lansir situs Rotten Tomatoes, film ini mendapatkan score 85%. Gede banget bro!

Beberapa kritikus lain juga memberikan pendapat senada yang menjadi sebuah nilai tambah luar biasa untuk film antologi Star Wars arahan Gareth Edwards.

reviewstarwarsrogueone

Nah, dengan review yang cukup baik ini apakah anda tertarik untuk menonton Star Wars Rogue One?

Loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares