Review Jumanji Welcome To Jungle: Reboot Flim Klasik ‘Maksa’?

Jumanji merupakan sebuah film klasik di era 90an yang sukses menghebohkan dunia dengan konsepnya yang luar biasa. Kisahnya sangat unik. Sebuah permainan board game bernama Jumanji mampu memanggil berbagai jenis binatang hutan ke dunia nyata. Special efek yang digunakannya pun merupakan salah satu yang tercanggih, kala itu. Jumanji mampu menghadirkan berbagai jenis binatang hutan seperti singa, gajah, dan sekawanan monyet beraksi tepat di tengah kota.

Bagi mereka yang terlahir di era 90an, atau pernah menyaksikan film tersebut pasti setuju jika Jumanji merupakan sebuah master piece yang tidak bisa digantikan. Bahkan film Zathura yang muncul kemudian dengan seting luar angkasa, tetap tidak mampu mengalahkan orisinalitas film Jumanji yang diperankan oleh Robin Williams.

Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji Review Jumanji

Review Jumanji

Tapi bodo amat dengan orisinalitas. Yang penting filmnya box office dan laku keras. Sepertinya hal itulah yang ada dipikiran para investor saat memutuskan untuk membuat reboot ‘maksa’ film Jumanji. Dalam film besutan Jake Kasdan ini, konsep cerita Jumanji diubah ke arah sebaliknya.

Jika pada film Jumanji asli, ada unsur dari permainan yang muncul ke dunia nyata (extraction), sementara pada Jumanji versi baru, yang menggunakan video game sebagai medianya, justru unsur dunia nyata yang masuk ke dalam permainan (immersion). Konsep immersion sendiri sebenarnya bukanlah konsep baru. Ada banyak sekali judul-judul film yang mengadopsi konsep ini. Yang membedakannya hanya satu.

Brand Jumanji.

Sepertinya produser Matt Tolmach dan William Teitler berharap jika penggunaan nama Jumanji ini bisa mengangkat pamor film mereka meski dengan konsep yang terbilang sangat biasa. Demi mendukung kesuksesan film tersebut, mereka menghadirkan Dwayne Johnson aka The Rock sebagai pemeran utama.

Hadirnya The Rock bisa dipastikan jika film Jumanji versi video game akan memiliki banyak adegan aksi dan bombatis khas Hollywood. Maklum, plot utama ceritanya demikian ringan. Jumaji dijadwalkan rilis pada bulan Desember yang bertepatan dengan hari libur musim dingin. Sungguh tanggal yang pas bagi produser untuk merilis film bernuansa keluarga.

Kalau pun ada hal unik pada Jumanji versi The Rock ini adalah, para anak-anak pemain video game akan berubah menjadi avatar yang mereka pilih dalam menu utama game. Dan salah satu pemain ceweknya ~ yang disebut-sebut sebagai cewek paling cantik ~, malah salah pilih dan menjadi laki-laki gendut. Kelihatannya, akan ada sebuah pesan moral yang sangat lugas yang ingin disampaikan melalui film ini.

Semenjak trailer pertamanya dirilis, Jumanji langsung ditonton oleh lebih dari 4 juta orang. Sebagian besar komentar berisi kekecewaan karena membuat kembali film ini yang merupakan kenangan masa kecil anak 90an dan menyerukan ajakan untuk jangan menontonnya. Sementara sebagian lain, memilih untuk memberi film ini sebuah kesempatan. Siapa tahu tidak seburuk kelihatannya bukan? Kalau menurut kamu gimana?

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares