Review Wonder Woman: Film Superhero Penyelamat DC

Justice League is begin with Her! Yes! Akhirnya DC bisa bernafas lega saat Wonder Woman yang merupakan bagian dari DC Extended Universe berhasil mendapatkan respon yang sangat positif dari berbagai kritikus film. Saat artikel ini ditulis, Wonder Woman mendapatkan rating 94% dengan 113 fresh dan 7 rotten. Artinya?

Wonder Woman adalah film superhero DC yang keren bingit. DC benar-benar terselamatkan setelah dua film sebelumnya Batman vs Superman dan Suicide Squad jeblok di rating 28% dan 25%.

Apa sebenarnya yang membedakan antara film Wonder Woman dengan film garapan DC sebelumnya? Satu hal. Film Wonder Woman telah keluar dari jalur kelam dan gelap yang coba ditonjolkan oleh DC.

Seperti yang telah kita tahu, demi mengejar ketertinggalannya dengan Marvel sekaligus memberikan kesan yang berbeda dan nggak ikut-ikutan, DC memang sengaja mengemas para superheronya dengan tema dark serta membidik para audiens yang lebih biasa.

Baca juga:  Warner Bros "Galau" Untuk Membuat Wonder Woman Sequel?

Namun hal tersebut tidak berlaku pada film garapan Patty Jenkins ini. Wonder Woman tampil dengan topik yang lebih ringan, adegan laga yang cukup mengena serta humor yang menyelingi tiap adegan.

Kombinasi komponen film aksi yang klise, plot yang mudah dipahami serta minimnya adegan romance nyatanya malah mampu menjadikan Wonder Woman sebagai film super hero yang layak ditonton oleh semua keluarga.

Tentunya hal ini didukung oleh kekuatan visualisasi tone film yang menjadikan film ini sangat ‘berwarna’.

Review Wonder Woman

Wonder Woman bercerita tentang Diana yang tinggal di Themyscira bersama perempuan-perempuan Amazon sebangsanya.

Dia dilatih sejak kecil dan dipersiapkan untuk menghadapi ancaman Ares yang bisa menyerang Themyscira kapan saja. Suatu hari, Steve Trevor seorang tentara Amerika yang terlibat dalam Perang Dunia I terdampar di Themyscira.

Baca juga:  Gila! Wonderwoman Dikeroyok Superman, Dr. Strange, Ironman, Wolverine dan Deadpool!

Diana yang idealis sontak menganggap jika akar permasalahan Perang Dunia I ini adalah Ares. Dia dan Trevor lalu melakukan perjalanan ke belahan bumi lain untuk menghentikan Perang Dunia I.

Dalam film ini Gal Gadot tampil sangat memesona. Aktingnya yang polos dan kaku saat berada di dunia luar sangat pas dan tidak berlebihan.

Diana persis seperti seorang putri yang baru saja keluar dari istana megahnya. Adegan-adegan seperti ini memang sederhana.

Namun Jenkins berhasil mengemasnya menjadi luar biasa dengan kolaborasi dan karakterisasi yang unik antara Gal Gadot dan Chris Pine yang menjadi Steve Trevor.

Secara umum Wonder Woman adalah film pembuka yang sangat luar biasa bagi Justice League. Eh? Bukannya dimulai dari Batman vs Superman ya? Atau dari Man of Steel.

Baca juga:  Final Trailer Wonder Woman 2017 Dirilis!

Oh well, menurut saya film inilah sebenarnya yang pantas dijadikan film pembuka untuk Justice League. Karena selain memiliki jalan cerita yang mudah dipahami, kesan akan ‘Justice’ justru lebih kuat dari sudut pandang Wonder Woman.

Ketimbang dari sisi Batman yang dendam sama Superman gara-gara ngancurin kantornya, dan Superman yang notabene anak kesasar dari planet lain dan nggak bisa lepas dari bayang-bayang mantan eh, musuh masa lalunya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares