Saham Sari Roti “Menguat” Pasca Klarifikasi

Saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) kembali menguat setelah sempat merosot akibat pengaruh klarifikasi aksi 212 dari pihak Sari Roti yang dilakukan beberapa waktu yang lalu. Berdasarkan pemantauan terakhir, per tanggal 9 Desember 2016, Jam 16.05, saham ROTI ditutup pada  nilai Rp. 1.510. Hal ini menandakan jika nilai saham Sari Roti secara keseluruhan tidak terpengaruh oleh ‘blunder’ klarifikasi sebelumnya yang sempat marak di media massa bahkan menjadi trending topic di twitter.

Namun benarkah demikian?

Karena jika diperhatikan lebih jeli, terdapat ‘keanehan’ pada nilai saham ROTI dalam 10 hari terakhir. Sebelum terjadinya aksi 212, nilai saham ROTI selalu ditutup pada kisaran Rp. 1435 –  Rp. 1510. Namun sejak aksi 212 digelar, dan kabar, yang katanya hoax, berkaitan dengan pembagian roti gratis malah sukses menguatkan nilai saham ROTI sebanyak 20 poin di kisaran Rp. 1530.

Di tengah nilai saham yang sedang menguat, tiba-tiba pihak Sari Roti melakukan klarifikasi yang mengakibatkan nilai sahamnya anjlok sebanyak 20 poin pada tanggal 6 Desember 2016. Reaksi keras dari pada netizen dan himbauan boikot produk Sari Roti telah meningkatkan sentimen negatif pasar dan terus menurunkan nilai saham ROTI pada dua hari berikutnya.

Yang menarik pada tanggal 8 Desember 2016, pengumuman klarifikasi Sari Roti terkait keterlibatannya dalam aksi  212 menghilang. Pengumuman yang sebelumnya dapat diakses pada halaman berikut: http://www.sariroti.com/post/berita-pers/pengumuman-1/, kini sudah lenyap entah kemana.

klarifikasi-hilang

Yang paling menarik, dihari yang sama, nilai saham ROTI melonjak drastis 25 poin! WOW! Setelah reaksi negatif yang begitu keras dari para netizen, tiba-tiba saja nilai saham Sari Roti yang memiliki rata-rata peningkatan antara 10-15 poin mendadak bisa meroket sejauh 25 poin.

nippon

Kebetulan? Tentu saja tidak. Perhatikan nilai volume dan frekuensi transaksi  pada tangal 8 Desember yang mendadak melonjak tajam. Hal ini jelas-jelas mengindikasikan adanya ‘penggorengan’ saham oleh segelintir pihak. Maksudnya, ada beberapa pihak yang membeli saham ROTI dalam jumlah banyak untuk mengatasi sentimen negatif yang bermunculan. Harapannya tentu, menjadikan hal ini sebagai dasar kekuatan nilai saham Sari Roti yang tidak mudah terpengaruh sentimen negatif, merilisnya secara besar-besaran ke publik dan berharap nilai sahamnya akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.

Sayangnya langkah ini tentu saja berisiko besar. Seperti dilihat pada tabel di atas, pada tanggal 8-9 Desember 2016, meski aksi ‘penggorengan’ saham terus dilakukan, nilai saham ROTI selalu anjlok di penutupan, bahkan tertinggi terjun bebas sampai 45 poin!

Jika hal ini terus dilakukan, dikhawatirkan saham ROTI akan mengalami suspend. Mengapa? Karena satu hal yang sangat aneh jika ada pihak yang terus membeli saham dalam jumlah banyak, sedangkan nilai saham tersebut jelas-jelas sedang mengalami penurunan. Sehingga kemungkinannya ada 2. Yang pertama, memang ada pihak yang sedang berspekulasi dengan saham tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Atau yang kedua, memang ada pihak sengaja ingin ‘menggoreng’ untuk tujuan tertentu selain mendapatkan keuntungan.

Sampai artikel ini ditulis, nilai saham ROTI ditutup diharga Rp. 1510. Sebagian besar media mainstream akan menyebutkan jika saham ROTI sedang mengalami penguatan. Benar sih. Tapi jika dibandingkan pada nilainya pasca sentimen positif aksi 212 yaitu Rp. 1530, saham ROTI tetap anjlok 20 poin. Itu artinya Sari Roti masih perlu berjuang keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik Indonesia pasca klarifikasi kemarin.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares