Santetman: Super Hero Unik Yang Terinspirasi Dari Kisah Nyata!

Setelah mengeluarkan previewnya beberapa bulan lalu, Zettamind Studio akhirnya merilis komik terbaru mereka yang berjudul Santetman – The Soul of Darkness. Judulnya lucu banget ya? Eit, tapi jangan salah. Biarpun judulnya lucu, komik ini bukan bergenre komedi melainkan genre superhero dan action dengan seting horor. Mungkin nuansanya seperti Dark Justice Leaguenya DC.

Komik Santetman bercerita tentang Aldy, seorang pemuda biasa, yang secara tidak sengaja bertemu dengan seorang profesor di sebuah hutan. Profesor tersebut, yang sedang melarikan diri dari sebuah organisasi kejahatan, memberinya sebuah sabuk bernama SGS (Super Ghost System) yang mampu memberinya kekuatan super. Aldy sendiri ternyata memiliki kekuatan gaib yang berasal dari kakek buyutnya. Sabuk SGS itu pun menjadi katalisator untuk memancing kekuatan Aldy dan melebur kekuatan gaib miliknya dengan teknologi canggih. Sejak saat itu Aldy pun berubah menjadi Santetman.

Baca juga:  Combat Compilation Part 4 Siap Dirilis Dipasaran!

Sinopsis komik Santetman menjelaskan dengan gamblang jika komik ini akan menjadi origin-nya Santetman, khas komik-komik superhero. Hal menarik lainnya adalah, Santetman memiliki senjata berupa boneka voodoo dan sebuah pasak dari besi. Nah loh, kira-kira gimana cara make dua senjata unik itu ya? Kok bisa kepikir ya ada superhero dengan senjata lucu begitu? Dari mana asal idenya?

Well, Eko Bambang selaku penulis dan komikus cerita ini menyebutkan jika cerita Santetman ini memang terinspirasi dari cerita nyata.

“Ide cerita ini saya dapatkan dari pengalaman pribadi saya sejak kecil. Keluarga saya sering kali terkena kiriman santet, mulai dari belatung di atas kasur, ibu saya yang tiba tiba tidak bisa jalan, dan hal-hal gaib lainnya,” tutur Eko. “Kejadian yang paling saya ingat adalah saat malam hari, sehari setelah saya tunangan, tiba-tiba lampu rumah mati. Saat lampu menyala ada ceceran darah di ruang tamu sampai ke ujung dapur. Ayah saya tanpa sengaja mencium ceceran darah tersebut sehingga membuatnya sakit dan tidak bisa tidur selama 1 tahun.”

Baca juga:  Zettamind Studios: Studio Komik Lokal Yang Siap Go Internasional!

“Dalam upaya mencari obat untuk kesembuhan ayah saya, baik ke dokter dan ke ustad, saya jadi berpikir kenapa ilmu santet ini dibuat jadi sesuatu yangg buruk. Ilmu santet (ilmu metafisika) adalah ilmu yang bisa dipelajari namun kebanyakan sering disalah gunakan dan membahayakan orang lain. Maka ilmu ini kemudian saya balik menjadi dibuat untuk kebaikan. Lahirlah Santetman.”

Proses pengerjaan komik Santetman sendiri memakan waktu selama 1 tahun.  Eko terus menggambar dan menyelesaikan kisah ini sambil merawat ayahnya yang terkena sakit aneh di luar nalar manusia. Melalui komik ini pula dia ingin berpesan agar kelebihan apa pun yang kita miliki, sebaiknya digunakan untuk kebaikan.

Di tengah maraknya industri kreatif tanah air, khusus subsektor komik, Eko selaku komikus menandaskan jika waktu yang tepat untuk membangkitkan dunia kreatif indonesia, adalah saat ini. Seluruh pelaku industri kreatif harus bersatu dan berkarya. Tunjukan kepada dunia kalau Indonesia juga memilik karya-karya positif yang mencerminkan budaya dan kearifan lokal.

Baca juga:  Zettamind Studios: Studio Komik Lokal Yang Siap Go Internasional!

“Selama ini masyarakat Indonesia menganggap santet sebagai hal yang menakutkan. Melalui komik ini pula saya ingin mengajak semuanya untuk tidak takut terhadap santet, dan selalu berserah diri dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Komik ini sekaligus saya persembahkan khusus untuk almarhum ayah saya yang selalu memberikan inspirasi dan mendukung saya dalam menggambar komik,” tutupnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares