Tutorial Menulis Fiksi – Comedy is The Real Magic

Saya pernah baca sebuah artikel yang menyebutkan dari 10 naskah drama, hanya 1 atau 2 saja yang bagus. Sementara dari 10 naskah komedi, 9 di antaranya bagus. Artinya apa? Naskah komedi jauh lebih disukai ketimbang naskah lainnya. Lalu bagaimana dengan para penulis fiksi fantasy? Perlukah mereka (termasuk saya) memasukkan unsur komedi dalam cerita kita?

tips menulis cerita fiksi
tips menulis cerita fiksi
tips menulis cerita fiksi
tips menulis cerita fiksi
tips menulis cerita fiksi
tips menulis cerita fiksi

Let me tell you this. In the fantasy story, Comedy is The Real “Magic”. Ga percaya?

Pernah nonton herpot? Inget waktu Dudley di kebun binatang dan tiba2 kaca jendela lenyap dan dia nyemplung ke kandang ular?

Atau pada waktu Dobby datang dan mulai “mengacaukan” hidup Harry? Dan juga kekonyolan Fred dan George dengan sihir-sihir konyolnya?

Baca juga:  Tutorial Menulis Fiksi - Character Building

Atau dalam kisah TLOR. Adegan Merry dan Pipin yang mencuri kembang api besar. Legolas dan Gimli yang berlomba membunuh Orc dalam peperangan di Helms Deep. Serta raut muka Gollum yang berubah-ubah saat melawan dirinya sendiri.

It’s so funny isn’t it?

Bukan sebuah adegan yang bisa membuat orang ketawa ngakak nggak ketulungan emang, melainkan sebuah komedi cerdas yang mampu membuat orang sekedar tersenyum.

tumblr_inline_o4fvphxFQw1shx9h6_1280

Saya pengin banget bisa menghasilkan sebuah karya fantasy bercampur komedi kayak gitu. Karena saya rasa, dua hal itu sangatlah pas dan teramat mantaf sangat jika dikombinasikan. Tapi tentunya, sebagai penulis pemula saya awam banget soal menulis komedi. Lebih spesifiknya adalah menulis sebuah komedi yang serius, elegan dan berkelas. Setelah sekian lama saya luntang-lantung di google, akhirnya saya dapat menemukan beberapa aturan penting untuk dapat menulis komedi secara serius.

Baca juga:  Tutorial Menulis Fiksi - The Devil is in the Details

1. Berani

Aturan pertama bagi siapa saja yang ingin menulis humor adalah berani. Anda perlu bermuka tebal, dan bersaraf besi. Karena anda tidak akan dapat melucu, jika takut mempermalukan diri Anda sendiri.

2. Berpikir Liar

Orang yang lucu tidak memiliki batasan tentang apa yang dapat ia pikirkan atau tuliskan. Anda perlu mampu memikirkan hal yang kasar, lucu, gila, tidak masuk akal, dan bahkan yang remeh.
3. Aura Misteri

Ingatlah Rowan Atkinson. Dalam menulis humor, Anda tidak perlu membanyol, menjadi badut, ataupun bertingkah aneh. Anda perlu menjadi seorang yang dianggap orang lain mustahil untuk menuliskan sesuatu yang lucu, tapi anda bisa melucu.

4. Mengolok Diri Sendiri

Humoris terkenal biasanya mengolok-olok diri mereka sendiri dan bukan orang lain. Humor terbaik selalu diarahkan pada diri sendiri.

Baca juga:  Tutorial Menulis Fiksi - Show Dont Tell

5. Kejutkan Pembaca Anda

Saat menulis humor, kejutkan pembaca Anda. Maksudnya, jangan ceritakan kelucuan Anda di awal tulisan. Jangan berikan petunjuk kepada pembaca Anda bahwa mereka akan membaca sesuatu yang lucu. Biarlah pembaca menemukan humor itu sendiri.

6. Jangan Selalu Melucu

Ada waktunya untuk melucu dan ada waktunya untuk tidak melucu. Pemahaman ini perlu Anda amati dan pelajari. Karena humor yang sangat lucu di suatu tempat barangkali tidak dimengerti di tempat lain.

7. Pakai Perspektif Berbeda

Berpikirlah dengan sembarangan, berpikirlah gila-gilaan, namun pada saat yang sama gunakan akal sehat supaya tidak ada siapa pun, termasuk Anda, yang terkena masalah. Jadi setelah menulis sesuatu yang menurut anda lucu, cobalah untuk berhenti sejenak dan melihat lelucon itu dari sudut pandang yang berbeda dan dari perspektif orang lain.

Loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares