Tutorial Menulis Fiksi – The Devil is in the Details

Sebagai seorang penulis pemula, saya menyadari betul kalao saya males banget bikin detil dari cerita gue. Padahal kalo ditelusuri lebih lanjut, detil justru merupakan suatu hal yang bisa memperkuat sebuah cerita. Coba aja anda liat film The Lord of The Rings dan bandingin dengan film Eragon.

Kerasa bedanya kan?

cara menulis cerpen
cara menulis cerpen
cara menulis cerpen
cara menulis cerpen
cara menulis cerpen

Oke, mungkin di film TLOR nggak ada naga berwarna biru, tetapi suasana kotanya, orang-orangnya, pakaiannya, bagaimana peralatan dan persenjataan dibuat sebelum mulai berperang, semuanya begitu detil sehingga bikin kita yang ngeliatnya ngerasa ‘wah’.

lotrex_best_00

Jauh dengan film Eragon yang minim detil pada seting, dan malah fokus pada kekuatan CG si Saphira (bener ga ya saya nulis namanya). Kira-kira seperti itulah kekuatan detil pada cerita kalao dibandingin dengan film.

Baca juga:  Tutorial Menulis Fiksi - Comedy is The Real Magic

Detil pada cerita berfungsi untuk memperkaya cerita sekaligus memperjelas hal-hal yang berkaitan dengan seting, watak pelaku, profesi, dan sebagainya. Penggunaan detil juga merupakan salah satu metoda penggunaan SHOW yang baik ketimbang TELL pada sebuah cerita.

Contoh 1:
Andrea meminum habis kopinya sebelum membereskan laptop, kabel, mouse dan memasukanya semua ke dalam tas. Dia melirik jam bundar yang sudah menunjukkan angka delapan lewat, dan bergegas keluar dari apartemen. Sempat merapikan make up, berjalan cepat menuju lift, dan menekan tombol menuju tempat parir di lantai bawah.

Reaksi:
Apa yang kita dapat dari penggalan cerita ini? Andrea adalah seorang perempuan yang tinggal di sebuah apartemen dan punya sebuah mobil.

Baca juga:  Tutorial Menulis Fiksi - Point Of View

Contoh 2:

Andrea mengaduk-ngaduk panci besar di depannya sambil berkomat-kamit. Sesekali dia memasukan tulang ayam, lidah kadal, dan beberapa helai bulu gagak. Sebuah ledakan keras muncul membentuk tengkorak kemudian lenyap di udara. Dia pun menyeringai. Memballik halaman sebuah buku tua di hadapannya lalu mengambil sebuah tongkat kecil. Mengarahkannya ke dalam panci lalu berucap: “Alakazam!”

Reaksi:
Apa yang kita dapat dari penggalan cerita ini? Andrea adalah seorang penyihir yang lagi bikin sebuah ramuan ajaib.

Contoh 3:
Andrea mengangguk saja ketika empat orang pemuda mengajaknya check-in di sebuah hotel. Para lelaki hidung belang terlihat antusias saat Andrea yang hanya mengenakan baju ketat dan rok mini itu masuk ke dalam mobil mereka. Andrea bahkan diam saja beberapa dari mereka mencoba menggerayangi bagian tubuhnya yang putih mulus. Sesaat setelah di dalam mobil, Andrea menyeringai. Bola matanya berubah merah, dan giginya mendadak bertaring. Hanya dalam hitungan detik, mobil hitam itu pun seketika bersimbah darah.

Baca juga:  Tutorial Menulis Fiksi - Show Dont Tell

Reaksi:
Apa yang kita dapat dari penggalan cerita ini? Andrea adalah seorang anggota palang merah remaja.

Sebuah detil bisa mendeskripsikan suatu kejadian atau kisah tanpa harus menjelaskannya secara verbal kepada pembaca. Makanya ga heran ada istilah The Devil is in the Details

Happy Wriring dan sampai jumpa di postingan saya selanjutnya.

Loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares